Coaching Bisnis Syariah

Saat ini disekeliling kita terus diliputi oleh bisnis-bisnis yang tidak peduli dengan halal ataupun haram. Saat inilah mungkin zaman yang digambarkan oleh sabda Rasulullah SAW:

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِى الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ ، أَمِنْ حَلاَلٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

“Sungguh akan datang kepada manusia masa  dimana seseorang tidak lagi peduli dengan cara apa ia mengambil harta, apakah cara itu halal ataukah haram”. (HR. Bukhari)

Dengan bisnis yang tidak sesuai syariah, maka sama saja perolehan harta yang dihasilkan oleh bisnisnya adalah harta yang haram. Sekaya apapun dia, sesukses apapun bisnis yang dijalankannya sesungguhnya ia hanya menjadikan dirinya umpan neraka jahanam. Naudzubillah… Rasulullah SAW bersabda:

لاَ يُعْجِبْكَ اِمْرُؤٌ كَسَبَ مَالاً مِنْ حَرَامٍ فَإِنْ أَنْفَقَ مِنْهُ أَوْ تَصَدَّقَ بِهِ لَمْ يُقْبَلْ مِنْهُ وَإِنْ أَمْسَكَ لَمْ يُبَارَكْ لَهُ فِيهِ وَإِنْ مَاتَ وَتَرَكَهُ كَانَ زَادَهُ إِلَى النَّارِ

“Jangan membuatmu takjub, seseorang yang memperoleh harta dari cara haram, jika dia infakkan atau dia sedekahkan maka tidak diterima, jika ia pertahankan (simpan) maka tidak diberkahi dan jika ia mati dan ia tinggalkan harta itu maka akan jadi bekal dia ke neraka.” (HR. Ath-Thabrani).

كُلُّ جَسَدٍ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ فَالنَارُ أَوْلَى بِهِ

”Setiap daging yang tumbuh dari barang yang haram maka neraka yang lebih berhak (melumatkannya)” (HR. Thabarani, Ahmad dan Al Hakim)

Sudah saatnya kaum muslim kembali kepada tabiat bisnisnya yaitu bisnis yang sesuai syariah Islam dan meninggalkan bisnis-bisnis yang haram. Yakinlah Allahlah sang pemberi rezeki.

Dalam suatu hadits Qudsi Allah SWT berfirman kepada malaikat yang diserahi urusan rizki bagi bani Adam:

اَيُّمَاعَبْدٍ وَجَدْ تُمُوهُ جَعَلَ الْهَمَّ هَمًّا وَاحِدًا فَضَمِّنُوا رِزْقَهُ السَّمَوَاتِ وَالْعَرْضِ وَاَيُّمَا عَبْدٍ وَجَدْ تُمُوهُ طَلَبَهُ فَاِنَّهُ تَحَرَّى الْعَدْلَ فَطَيِّبُوا لَهُ وَيَسِّرُوا عَلَيْهِ وَاِن تَعَدَّى اِلَى خِلاَفِ ذَلِكَ فَخَلُّوا بَيْنَهُ وَبَيْنَ مَايُرِيْدُ ثُمَّ لاَ يَنَالُ فَوْقَ الدَّرَجَةِ الَّتِى كَتَبْتُهَالَهُ

“Hamba manapun yang kalian dapati cita-citanya hanya satu, yaitu semata-mata untuk kehidupan akhirat, jaminlah rizkinya di langit dan di bumi; dan hamba manapun yang kalian dapati mencari rizkinya dengan jujur karena berhati-hati dalam mencari keadilan, berilah ia rizki yang baik dan mudahkanlah ia; dan jika ia telah melampaui batas kepada selain itu, biarkanlah ia sendiri mengusahakan apa yang dikehendakinya. Kemudian dia tidak akan mencapai lebih dari apa yang Aku tetapkan untuknya.” (HR. Abu Na’im dari Abu Hurairah ra.)

Hadits ini merupakan janji Allah kepada orang-orang yang selalu memiliki orientasi akhirat dalam setiap perbuatannya. Karena keseriusan dan orientasinya terhadap hari akhir inilah Allah akan memberikan rizki dan memudahkan urusan mereka. Pengertian hadits ini sebagaimana firman

Allah Swt:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا [2] وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya, dan memberikan rizki dari sumber yang tiada disangka-sangka; dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan segala urusan, dan benar-benar Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. At-Thalaq [65]:2-3).

InsyaAllah kami dapat membantu melakukan coaching konversi bisnis syariah Anda. Silahkan ke http://klinikbisnissyariah.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s