2 Ciri Orang yang Pandai

Ketika kita masih kecil dahulu, orang tua kita sering mendoakan agar kita menjadi orang yang pandai atau pintar. Kepandaian memang merupakan salah satu kunci kesuksesan seseorang. Tapi apakah hakikat dari kepandaian itu? Mungkin dari kita ada yang mengukurnya berdasarkan IQ. Sungguh kasihan bagi mereka yang ditakdirkan lahir dengan IQ yang rendah, mereka tidak akan pernah menjadi orang pandai atau pintar. Apakah benar demikian? Bahkan kepintaran dijadikan iklan obat anti masuk angin. Bunyinya Orang pintar minum #*#*#*# sensor๐Ÿ™‚

Yang menarik dalam Islam, kepandaian itu dapat diraih oleh setiap orang, walaupun IQ nya tidak tinggi. Bagaimana caranya? Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

ุงูŽู„ู’ูƒูŽูŠูู‘ุณู ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽุงู†ูŽ ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ูˆูŽ ุนูŽู…ูู„ูŽ ู„ูู…ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชู

โ€œOrang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian.โ€ (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, โ€˜Hadits ini adalah hadits hasanโ€™)

Dari hadits nabi saw di atas ada dua tolok ukur orang yang pandai yaitu orang yang sering bermuhasabah dan melakukan amal untuk persiapan setelah meninggal.

Pertama, Muhasabah

Muhasabah berasal dari kata hasaba yang berarti melakukan perhitungan atau melakukan evaluasi. Seringkalo karena kesibukan kita dalam berbagai aktifitas mengalfakan kiita untuk mengevaluasi sejauh mana perkembangan aktifitas dan memperhatikan hal apa yang kurang dan perlu diperbaiki. Padahal evaluasi itu sangat perlu dilakukan, agar kita dapat menilai dan menata ulang kehidupan kita.

Allah memerintahkan kita untuk muhasabah:

ูŠูŽุงุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽู„ู’ุชูŽู†ู’ุธูุฑู’ ู†ูŽูู’ุณูŒ ู…ูŽุง ู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽุชู’ ู„ูุบูŽุฏู ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ู‘ูŽู‡ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฎูŽุจููŠุฑูŒ ุจูู…ูŽุง ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ

โ€œHai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakanโ€ [QS. Al-Hasyr 18]

Sahabat Umar r.a. berkata:

ุญูŽุงุณูุจููˆุง ุฃู†ู’ููุณูŽูƒูู… ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูุญูŽุงุณูŽุจูุง ูˆูŽุฒูู†ููˆู’ู‡ูŽุง ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชููˆู’ุฒูŽู†ููˆู’ุง ูˆูŽ ุชูŽุฒูŽูŠู‘ูŽู†ููˆุง ู„ูู„ุนูŽุฑู’ุถู ุงู„ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑ

โ€Hisablah (evaluasilah) diri kalian sebelum kalian dihisab, timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang dan berhiaslah (bersiaplah) kalian untuk hari aradh akbar (yaumul hisab).โ€

Pernyataan sahabat Umar r.a. diatas bermakna bahwa semakin sering kita melakukan muhasabah maka semakin sering pula memperbaiki diri dan semakin ringan hisab di yaumil akhir. Oleh karena itu, muhasabah bisa dilakukan tiap hari, pekanan, bulanan atau tahunan.

Muhasabah tidak hanya bermanfaat untuk akhirat tapi juga untuk kehidupan dunia. Bill Gates, salah satu orang super kaya di dunia, selalu menyempatkan diri dari kepenatan di perusahaannya, Microsoft full 1 minggu dalam enam bulan sekali untuk evaluasi dan berpikir atau โ€œthink weekโ€. Dia akan beristirahat disuatu tempat yang sunyi dan membaca buku sekitar 18 jam sehari. Dari kesempatan berkontemplasi tersebut, munculah ide-ide segar dalam pengembangan softwarenya.

Kedua, Beramal untuk Bekal

Selain itu, Rasulullah saw. juga menjelaskan kunci kesuksesan yang kedua, yaitu action after evaluation. Artinya setelah evaluasi harus ada aksi perbaikan. Dan hal ini diisyaratkan oleh Rasulullah saw. dengan sabdanya dalam hadits di atas dengan โ€™dan beramal untuk kehidupan sesudah kematian.โ€™ Potongan hadits yang terakhir ini diungkapkan Rasulullah saw. langsung setelah penjelasan tentang muhasabah. Karena muhasabah juga tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya tindak lanjut atau perbaikan.

Orang yang pandai bukan hanya bisa bekerja atau mengumpulkan harta, tetapi orang yang juga beramal sholeh untuk hari kemudian. Orang tersebut akan sibuk bekerja, mengaji, berdakwah, dan aktifitas ketaatan kepada Allah lainnya demi meraih kebahagian kehidupan dunianya apalagi untuk kehidupan akhiratnya. Allah SWT berfirman:

ูˆูŽุงุจู’ุชูŽุบู ูููŠู…ูŽุง ุขุชูŽุงูƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุฏู‘ูŽุงุฑูŽ ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽู†ู’ุณูŽ ู†ูŽุตููŠุจูŽูƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง

โ€œDan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi.โ€ [Al-Qashash: 77]

Bahkan dalam ayat ini disebutkan keutamaan terhadap bekal untuk akhirat, dengan tidak melupakan kebahagiaan di dunia. Beginilah pola hidup yang patut ditiru sehingga terjadi keseimbangan dalam kehidupan kita agar kebahagiaan di dunia dan akhirat bisa diraih.

Secara ringkas, kepandaian yang hakiki dapat dicapai oleh setiap orang. Kepandaian itu dapat digapai dengan melakukan muhasabah secara berkala dan beramal sholeh untuk kehidupan di akhirat dan dunia. Semoga kita mendapatkan petunjuk dari Allah SWT untuk menjadi seorang muslim yang pandai.

Wallahuโ€™alam bi ash-showwab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s