Khutbah Penolakan Kedatangan Obama

TOLAK OBAMA, PENGUASA NEGARA PENJAJAH!

Khutbah Jum’at 12 Maret 2010

Masjid As-Sa’adah, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta

Jama’ah Jum’at Rahimakummullah

Sebagai muslim Allah telah mengikat kita untuk bersaudara dengan aqidah Islam. Ikatan persaudaran atas dasar aqidah jauh lebih tinggi dari ikatan persaudaraan karena hubungan darah sekalipun. Dimanapun seorang muslim berada baik di Palestina, Afghanistan, Pakistan, Irak, dan negeri muslim lainnya maka mereka semua adalah saudara kita. Karena Islam tidak mengenal perbedaan wilayah, kesukuan dan jenis bangsa sehubungan dengan ikatan aqidah yang telah mempersaudarakan mereka.

Sebagaimana firman Allah SWT;

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ إِخْوَةٌ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara” (Al-Hujurat 10)

Juga sabda baginda nabi SAW;

اَلْمُسْلِمِ أَخُو الْمُسْلِمُ

“Seorang Muslim adalah saudara Muslim yang lain” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Jama’ah Jum’at Rahimakummullah

Siapapun akan marah jika ada orang lain yang menggangu saudaranya. Apalagi sampai menyiksa bahkan membunuhnya. Tentu kita akan merasakan kekesalan dan sakit hati jika ada orang yang melakukan kekejaman seperti itu kepada ayah, ibu, kakak atau adik kita.

Saat ini saudara-saudara kita kaum muslimin di Irak, Afhganistan, perbatasan Pakistan, dan Palestina terus berada dalam penderitaan karena kezaliman AS dan sekutunya.

Jika tidak ada perubahan pemimpin AS Barrack Obama akan datang sekitar tanggal 20-22 Maret 2010 ini, ke Indonesia. Pemerintah dan sebagian orang mengganggapnya sebagai tamu yang sudah selaykanya di hormati. Pertanyaannya apakah wajar bila kaum muslim Indonesia menyambut dan memberikan penghormatan atas kedatangan tamu seperti ini.

Secara rasional mungkinkah kita akan menerima seseorang yang datang ke rumah kita padahal tangannya masih berlumuran darah saudara-saudara kita. Dan tamu itu juga berencana merampok isi rumah kita. Bagaimana sikap kita terhadap tamu tersebut? Apakah kita akan menggelar karpet merah untuk menyambutnya. Apakah kita menyediakan kursi empuk nan indah untuk menghormatinya? Tentu jawaban orang yang masih memiliki akal sehat dan nurani yang bersih akan berkata tidak. Tentu saja mereka akan segera menolaknya.

Sikap kita yang sesuai dengan tuntunan Islam terhadap tamu seperti ini adalah menolak kedatangannya dengan tegas. Mengapa?

Karena, faktanya AS yang dipimpin Obama telah menetapkan kebijakan untuk mengirim 30 ribu pasukan ke Afghanistan yang jelas-jelas akan menambah penderitaan saudara-saudara kita kaum muslim disana.

Selain itu, kebijakan biadab AS untuk menginvasi Irak sejak tahun 2003 telah menewaskan lebih dari 1 juta warga sipil Irak. Dan AS di bawah kepemimpinan Obama saat ini pun tidak merubah kebijakan itu.

Disamping itu, Obama juga tidak sedikitpun mengungkapkan rasa simpati tehadap korban tragedi Gaza tahun lalu yang menewaskan 1.300 orang warga sipil termasuk ibu-ibu dan anak-anak. Ia bahkan membela dan menjamin keamanan Israel, ia juga menginginkan militer Israel menjadi militer terkuat dikawasan timur tengah dengan mengucurkan dana bantuan militer sebesar 3 milyar dollar/tahun (Rp 30 T/tahun) untuk mempersenjatai militer Israel yang nyata-nyata membantai saudara kita penduduk kaum muslim Palestina.

Selain itu, agenda kedatangan AS ke Indonesia jelas-jelas untuk memperkuat keberadaan perusahaan-perusahaan multinasional AS yang terus menerus mengeruk dan merampok sumber daya migas dan pertambangan di Indonesia dalam upayanya bersaing dengan China.

Jama’ah Jum’at Rahimakummullah

Dengan berbagai kebijakan biadab kefir imperialis AS yang telah memerangi kaum muslim secara nyata diberbagai negeri muslim tersebut maka dihadapan syariat AS masuk ke dalam kategori kafir harbi muhariban fi’lan yaitu orang-orang kafir yang secara nyata (defacto) memerangi dan membunuhi kaum muslim. Negara dan pemimpinnya yang seperti ini tidak pantas dijadikan kawan apalagi dihormati oleh seorang muslim, sebagaimana firman Allah SWT:

”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil musuh-Ku dan musuh kalian sebagai teman-teman setia—yang kalian sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad)—dengan penuh kasih-sayang.” (TQS. al-Mumtahanah [60]: 1).

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil sebagai teman kepercayaan kalian orang-orang yang berada di luar kalangan kalian karena mereka tidak henti-hentinya menimpakan kemadaratan atas kalian. Mereka menyukai apa saja yang menyusahkan kalian. Telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi (TQS. Ali ‘Imran [3]: 118).

Muslim mana saja yang melakukan penerimaan terhadap kedatangan Obama adalah orang-orang yang nyata-nyata menunjukkan bentuk ketidakpedulian dan menyakiti perasaan saudara muslimnya yang lain yang sampai saat ini masih menderita karena kebijakan biadab AS.

Allah telah memperingatkan dan melarang kaum muslim untuk melakukan hal yang demikian, firman-Nya:

Orang-orang yang menyakiti kaum Mukmin dan Mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat sesungguhnya telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata” (TQS al-Ahzab [33]: 58).

Allah mewajibkan kita untuk membela saudara sesama Muslim yang tidak berada di dekat kita. Nabi Muhammad saw. bersabda, sebagaimana dituturkan Anas bin Malik ra., “Siapa saja yang membela saudaranya saat tidak ada di dekatnya, Allah akan membelanya di dunia dan di akhirat.” (HR. asy-Syihab).

Wujud pembelaan seorang Muslim kepada saudara-saudaranya sesama Muslim yang jauh, yang pada saat ini dijajah, dianiaya bahkan dibunuh oleh Amerika Serikat adalah menolak kunjungan mereka. Nabi saw. bersabda, sebagaimana dituturkan Abu Darda’ra.:

»مَنْ رَدَّ عَنْ عِرْضِ أَخِيهِ رَدَّ اللهُ عَنْ وَجْهِهِ النَّارَ يَوْمَ الْقِيَامَة«

“Siapa saja yang membela kehormatan saudaranya, Allah akan menolak api neraka pada Hari Kiamat dari wajahnya” (HR. at-Tirmidzi).

Rasulullah saw. juga pernah bersabda sebagaimana dituturkan Asma binti Yazid ra.:

مَنْ ذَبَّ عَنْ عَرَضِ أَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ كَنَ حَقَّا عَلىَ اللهِ يَعْتِقِهُ مِنَ النَّارِ

“Siapa saja yang membela kehormatan saudaranya pada saat tidak berada di dekatnya, Allah pasti akan membebaskannya dari api neraka.” (HR. Ishaq).

Jama’ah Jum’at Rahimakummullah

Inilah yang sepatutnya dan wajib kita lakukan terhadap AS dan Pemimpinnya. Yaitu tidak menjadikan mereka sebagai kawan dan tamu yang harus kita hormati.

“Kalau menolak kedatangan Obama saja tidak bisa kita lakukan, lalu apa yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan pembelaan kita yang paling ringan terhadap saudara-saudara kita yang menderita akibat penjajahan Amerika ?”

Sebagai aksi nyata pembelaan kita terhadap saudara-saudara kita tersebut, khotib mengajak segenap kaum muslim untuk menolak kedatangan pemimpin negara Amerika Serikat penjajah ini dalam aksi damai bersama Tolak Obama pada hari ahad tanggal 14 Maret 2010 pukul 07.30 di depan masjid Syuhada Yoyakarta.

Semoga Allah mencatat pembelaan kita terhadap saudara-saudara kita sesama muslim sebagai suatu bukti pengamalan kita terhadap perintah-perintah Allah SWT untuk membela Islam dan kaum muslim.

“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. mereka Itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat” (TQS. Ali-Imran: 105)

Wallahu’alam bi showwab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s