Istri, Bukan Asesoris Laki-Laki

Istri, Bukan Asesoris Laki-Laki

Seorang istri bukanlah dipilih untuk menjadi asesoris bagi laki-laki. Sekelas dengan koleksi jam tangan, sepeda motor atau mobil. Terpajang indah, menyenangkan hati pemiliknya. Istri adalah mitra sejati suami. Turut menentukan ke mana biduk rumah tangga akan berlayar. Ketidakpekaan seorang istri terhadap keadaan suami dapat merentang jarak antara suami istri. Mengurangi produkstivitas dan menimbun persoalan. Betapa tidak, setiap pulang ke rumah, berbagai beban pekerjaan dan dakwah tak terbagi. Diskusi dan sharing (berbagi) menjadi buntu lantaran istri tak mampu memberi masukan apa pun. Jarak makin terbentang. Semakin renggang dan lebar.

Parahnya lagi, saat istri merasa tak perlu peduli sama sekali dengan kinerja suami. Kian hari ia sendiri makin merasa tak berguna selain sebagai penghibur suami. Bagai penumpang kapal, satu atap namun berjalan masing-masing. Timbunan persoalan yang menumpuk berpotensi menjelma menjadi petaka. Saling menyalahkan, saling curiga dan kahirnya hilanglah rasa saling membutuhkan.

Biduk rumah tangga akan mengarungi samudera dunia, merajut bekal menuju kehidupan sejati dan abadi setelah maut. Nahkoda tak dapat bekerja sempurna tanpa awak yang sigap, cekatan dan membantu sang nahkoda. Bersama-sama menghadapi terpaan riak, ombak dan bahkan badai dahsyat. Mengatur perbekalan agar cukup untuk tiba di pelabuhan dan mencarinya kembali sebelum habis. Inilah sinergi yang manis dalam sebuah rumah tangga, biduk kecil di tengah samudera kehidupan. Bagaimana nahkoda dapat berkonsentrasi menghindar dan tidak menabrak karang, jika jiwanya tidak tentram. Beban kesedihan tak terhiburkan. Beban kebimbangan tak tertunjuki. Beban keresahan tak terbagi.

Pengatur dan penanggung jawab rumah, penentram jiwa, sekaligus mitra sejati, dalam duka maupun suka. Inilah istri, seorang ummun wa rabb al-bait (ibu dan pengatur rumah tangga), dengan kasih sayang hangat penuh kemesraan merajut solusi demi solusi dari setiap percik kesulitan yang menerpa rumah tangganya. Tak pernah lelah ia menggapai ridha Allah yang dapat diraih melalui ridha sang suami yang sholeh. Tak sepatah kata pun ia relakan hingga dapat melukai hati suami. Namun tak berarti ia berdiam terhadap kekeliruan dan kesalahan sang suami. Nasehat bijaknya disampaikan dengan hati-hati dengan pilihan kata yang terbaik. Agar tak bangkitkan amarah. Tak lunturkan kasih sayang. Menasehati tanpa menghakimi. Membantu tanpa meremehkan. Memberi solusi tanpa menggurui.

Istri bukan semacam cleaning service, koki restoran atau sekedar baby sitter. Pertanggungjawaban sebagai ummun wa rabb al-bait yang ada di pundak istri bukan berarti ia sekedar menjadi pekerja teknis. Sejumlah prioritas mengemban misi hidup dari Rabb-nya, dijadikan penduan utama tentang kegiatan apa yang mesti didahulukan dan apa yang diakhirkan. Apa yang tak bisa diwakilkan dan apa yang bisa diserahkan kepada orang lain sebagai wakilnya. Jika ia serahkan sebagian pekerjaan teknis kepada wakilnya, maka ia arahkan dan dibekalinya agar dapat menjalankan amanah sebaik mungkin. Rumah yang tertib, suasana sinergi menyelimuti. Saling asah, asih, dan asuh, hingga setiap terpaan ombak hingga hantaman badai pun tak menggoyahkan biduk cinta mafhumi ini untuk menyusuri jalan menuju surga. Benar. Cinta mafhumi… cinta yang kekal. Cinta yang tidak tidak muncul dari naluri seksual (gharizah an-nau’). Namun, cinta yang lahir dari pemahaman dengan landasan aqidah. Cinta karena Allah SWT. Cinta yang akan mampu membuat seorang isteri dan suami mampu untuk selalu menjaga keutuhan rumah tangganya dalam ridha Allah SWT.

2 thoughts on “Istri, Bukan Asesoris Laki-Laki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s