Keputusan Politis Pilpres 2009

PERNYATAAN SIKAP DAN KEPUTUSAN POLITIS

TENTANG PILPRES 2009


MENGINGAT

  1. Kewajiban Islam akan adanya seorang pemimpin, dan mengharuskan pula setiap muslim untuk taat kepada pemimpin. ”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri (pemimpin) di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya (TQS an Nisaa [4] : 59)
  2. Setiap amal akan dimintai pertanggungjawaban. “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (TQS. Al-Zalzalah [99]: 7-8)
  3. Setiap amal harus terikat dengan hukum-hukum syara’ dengan mengikuti Rasulullah SAW. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.“ (TQS. Al-Hasyr [59]: 7)
  4. Islam telah menetapkan syarat dan kriteria kepemimpinan.

MENIMBANG

1.   Syarat Pemimpin yang diwajibkan Islam:

  • Muslim/Tidak Kafir, ”Allah sekali-kali tidak akan pernah memberikan jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai kaum mukmin.” (TQS an-Nisa [4]: 141)
  • Laki-laki, ”Tidak akan pernah beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusannya kepada perempuan.” (HR. Al-Bukhari)
  • Baligh dan Berakal Sehat,”Telah diangkat pena (beban hukum) dari tiga golongan: dari anak-anak hingga ia balig; dari orang yang tidur hungga ia bangun; dari orang yang rusak akalnya hingga ia sembuh.” (HR. Abu Dawud)
  • Adil, … ”Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil diantara kalian…” (TQS. Ath-Thalaq [65]: 2). Jika syarat sebagai saksi saja harus adil, apalah lagi menjadi seorang pemimpin.
  • Kafa’ah (Mampu)

2.  Metode Kepemimpinan yang diwajibakan Islam:

  • Nama atau gelar pemimpin dalam Islam adalah al-Khalifah, sebagaimana disebutkan dalam banyak hadits, salah satunya adalah: ”Sesungguhnya tidak ada Nabi sesudahku dan akan ada para khalifah, yang berjumlah banyak” (HR. Bukhari)
  • Pengangkatan seorang pemimpin Negara adalah dengan aqad baiat bukan dengan aqad ijarah, wali atau yang lain. ”Siapa saja yang mati, sedangkan dipundaknya tidak ada baiat (kepada khalifah), maka matinya adalah mati jahiliyah” (HR. Muslim)
  • Tidak diperbolehkannya ada dua atau lebih pemimpin untuk kaum muslim diseluruh dunia. ”Jika dibai’at dua orang Khalifah, maka bunuhlah yang terakhir dari keduanya.” (HR. Muslim)
  • Memimpin berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah; “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri (pemimpin) di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (TQS an Nisaa [4] : 59)
  • Meneruskan cara kepemimpinan Rasulullah, Khulafaur Rasyidin dan kekhalifahan-kekhalifahan setelahnya yaitu dengan menerapkan Islam dalam seluruh aspek kehidupan; “Dulu Bani Israil diurus urusannya oleh para Nabi. Setiap kali seorang Nabi meninggal, Nabi yang lain menggantikannya. Sesungguhnya tidak ada Nabi sesudahku dan akan ada para khalifah, yang berjumlah banyak” Para sahabat bertanya “Lalu apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Nabi saw. Bersabda: “Penuhilah baiat yang pertama saja dan hanya yang pertama (satu khalifah), dan berikanlah kepada mereka hak mereka. Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka atas apa saja yang mereka urus” (HR. Bukhari).
  • Tidak sekular terhadap syariat Allah; “Apakah kamu beriman kepada sebagian al Kitab dan ingkar terhadap sebagian yang lain? tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” (TQS. al-Baqarah [2]: 85).

3. Kriteria calon kepemimpinan saat ini:

  • Diangkat dengan aqad ijarah dengan pemberian upah/gaji.
  • Pribadi-pribadinya beraqidah sekular, menerima dan akan menerapkan sebagian hukum dari Islam (dalam persoalan pribadi) dan menolak yang lainnya (dalam bernegara) .
  • Menjunjung tinggi ideolgi kufur dengan mengatakan suara rakyat adalah suara Tuhan.
  • Berjanji akan menerapkan sistem kufur demokrasi yang bertentangan dengan al-Qur’an dan Sunnah.

4. Lain-lain:

  • Tidak dapat digunakannya dalil akhafu darrarayn dan Ahwanu syararain dalam pilpres ini.
  • Tidak diperbolehkannya menggunakan dalil maslahat (manfaat) dalam perkara yang sudah terdapat ketetapannya dalam Islam. Sesuai kaidah syara’: Haitsumma yakunu asy-syar’u takunu al-maslahah” (di mana ada penerapan syari’ah, maka disana ada maslahat). Bukan sebaliknya: “aynama wujidat al-maslahah fa tsamma syar’ullah”. (dimana ada maslahat maka disana ada hukum Allah).

MEMUTUSKAN

Dengan memperhatikan syarat dan metode kepemimpinan yang diwajibkan Islam serta kriteria calon pemimpin saat ini, kemudian dengan mempertanggungjawabkan hasil pilihan ini kepada Allah SWT maka saya memutuskan untuk TIDAK MEMILIH dalam Pilpres 2009 ini dan pada setiap pengangkatan pemimpin dalam sistem sekular karena PILIHAN seperti itu merupakan sebuah washilah (perantaraan) kepada yang HARAM.

MENETAPKAN

  1. Merupakan sebuah tindakan yang bodoh bagi mereka yang mendukung para pemimpin yang dikatakan bodoh/jahil oleh Rasululullah SAW: Diriwayatkan dari Jabr bin Abdillah ra dari Nabi saw sesungguhnya beliau bersabda kepada Ka’ab bin Ajrah, “Semoga Alah menjauhkan kamu dari pemimpin yang bodoh.” Ka’ab bertanya, “Siapakah pemimpin yang tolol/bodoh itu, ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Yaitu para pemimpin sesudahku yang tidak mau memberi petunjuk seperti petunjukku, tidak pula mau menerapkan syariat (peraturan, undang-undang) seperti ajaranku. Barangsiapa membenarkan perilaku pemimpin tersebut dengan segala kebohongannya dan membantu segala perilaku zhalimnya, maka mereka bukan termasuk ummatku dan aku terbebas dari mereka. Mereka tidak akan pernah mencicipi telagaku (di surga). Sebaliknya, barangsiapa tidak membenarkan segala kebohongan yang diperbuat pemimpin tersebut dan tidak pula membantu perilaku zhalimnya, maka mereka termasuk ummatku dan akupun meridhainya. Mereka akan minum air telagaku (di surga)” (HR. Ahmad)
  2. Terus berjuang sesuai dengan thariqah dakwah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW yaitu dengan memperjuangkan tegaknya sistem Islam dalam naungan daulah Khilafah Rasyidah.
  3. Semua dalil sudah jelas dan terang, semoga Allah memberikan hidayah taufik kepada kaum muslim untuk menuju PERUBAHAN BESAR dengan turut serta memberikan peran dalam dakwah melanjutkan kehidupan Islam sehingga penerapan sistem Islam akan menjadi lebih cepat.

MENGHIMBAU

Kepada kaum muslim semuanya:

  1. Untuk selalu taat kepada Allah SWT dengan beramal sesuai syari’at Islam; ”Siapa saja yang melepas tangannya dari ketaatan kepada Allah, niscaya ia akan berjumpa dengan Allah pada Hari Kiamat tanpa memiliki Hujjah.” (HR. Muslim)
  2. Berhati-hati terhadap suatu masa dimana orang-orang bodoh yang berbicara tentang masalah rakyat; ”Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya, di masa itu para pendusta dibenarkan omongannya sedangkan orang-orang jujur didustakan, di masa itu para pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang terpercaya justru tidak dipercaya, dan pada masa itu muncul Ruwaibidlah, ditanyakan kepada beliau SAW Apa itu Ruwaibidlah? Rasul menjawab: Seorang yang bodoh (yang dipercaya berbicara) tentang masalah rakyat/publik.” (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah)
  3. “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya Telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya Maka sungguhlah dia Telah sesat, sesat yang nyata.” (TQS. Al-Ahzab: 36)
  4. Untuk tidak saling tolong menolong dalam perbuatan yang haram dan menjadi washilah keharaman. “Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. (TQS. Al-Maidah [5]: 2) Dan juga Kaidah Syara’: “Wasilah (perantaraan) yang pasti menghantarkan kepada perbuatan haram adalah juga haram

DIPUTUSKAN

Di Yogyakarta, 6 Juli 2009

Fauzan al-Banjari

2 thoughts on “Keputusan Politis Pilpres 2009

  1. Imam Syafi’i bilang “Tiada ilmu tanpa sanad”, tolong sebutkan sanad antum sampai kepada Rasulullah SAW, karena tidak sembarang orang berfatwa atasnama agama.

    Maaf, ane pegang fatwa Habib Rizieq shihab yg memiliki sanad yg jelas, fatwa beliau ada di http://www.fpi.or.id

    • Sesungguhnya yang haq itu sudah jelas… tidak perlu dipertanyakan lagi. Sandaran seorang muslim adalah Qur’an dan Sunnah… dan di dalam Al-Qur’an dan Sunnah ada pembahasan-pembahasan yang sudah qath’i dan mudah dipahami oleh setiap orang yang mau melihat kebenaran. Dan apa yang kami lakukan adalah mentabhani (mengadopsi) hukum untuk kami amalkan dalam kehidupan pribadi kami agar tidak beramal tanpa hukum Allah. Jika ada yang salah dari dalil-dalil yang telah disampaikan silahkan untuk memberikan koreksi dan menunjukkan dalil yang lebih kuat. Karena Imam Syafi’i juga pernah berkata, menurut riwayat Al Hakim dan Al-Baihaqi: “Jika Kamu melihat ucapanku menyalahi hadits, maka amalkanlah hadits tersebut dan lemparkanlah pendapatku ke tembok.” Begitu juga imam Abu Hanifah menurut riwayat Ibnu Abdil Barr: “Jika suatu hadits/pendapat telah dipandang shahih itulah pendapatku”.
      Kami sangat menghormati Habib Rizieq, dan fatwa beliau adalah berdasarkan pemahaman beliau terhadap peristiwa politik ini. Demikian juga apa yang kami pahami terhadap hal ini seperti yang telah kami sampaikan. Ilmu kami didapatkan dari murid-murid al-‘Alamah Syaikh Taqiyuddin an Nabhani… dan sanad beliau sudah sangat jelas dikalangan para ‘ulama dan masyaikh… Jazakumullah khairan katsira atas perhatian antum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s