Hukum Shalat Tahiyatul Masjid Saat Khutbah

Tanya:

Assalamu’alaikum wr.wb

Ust. Saya mau nanya bagaimana hukumnya seseorang yang datang shalat jum’at saat khatib sudah berkhutbah, apakah dia langsung duduk atau shalat dua rakaat (tahiyatul masjid) terlebih dahulu. Ada yang mengatakan kalau mendengarkan khatib hukumnya wajib sedang shalat tahiyatul masjid sunnah saja, sehingga jika shalat maka meninggalkan yang wajib demi yang sunnah. Terimakasih.

Fahmi dan lain-lain

Yogyakarta

Jawab:

Wa’alaikumussalam wr.wb

Ada beberapa pertanyaan serupa yang masuk kepada kami terkait dengan masalah ini, sehingga kami perlu menjelaskannya sebagai berikut,

Kami sudah pernah membahas tentang kerugian terlambatnya seseorang yang datang untuk shalat jum’at pada soal jawab terdahulu. Oleh karenanya kami langsung fokuskan pembahasan hanya pada boleh tidaknya shalat tahiyatul masjid ketika khatib sedang berkhutbah.

Boleh tidaknya shalat tahiyatul masjid ketika khatib sedang berkhutbah membutuhkan dalil naqli (al-Qur’an dan atau as Sunnah). Dan tidak benar jika hanya di-qiyas-kan (analogikan) dengan pemahaman bahwa khutbah itu wajib didengarkan dan disimak sedangkan shalat tahiyatul masjid itu sunnah saja. Sehingga tidak boleh mengerjakan/mendahulukan yang sunnah dari yang wajib. Kaidah seperti ini adalah benar, namun tidak tepat digunakan untuk kasus ini. Karena jika ada dalil yang memperbolehkannya maka tidak selayaknya kita menetapkan hukum ibadah mahdhah hanya dengan analogi akal (qiyas aqli) semata. Dalam masalah ibadah yang harus digunakan adalah dalil-dalil naqli yang sharih (jelas).

Dalam perkara shalat tahiyatul masjid ini ketika khatib sedang khutbah terdapat dalil-dalil yang memperbolehkannya, yaitu:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَاليَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ

“Jika salah seorang dari kalian memasuki masjid maka ruku’lah (shalatlah) dua rakaat sebelum dia duduk”. (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad)

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلاَ يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ

“Jika salah seorang dari kalian memasuki masjid maka janganlah dia duduk sehingga dia shalat dua rakaat”. (HR. Bukhari)

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلاَ يَجْلِسْ حَتَّى يَرْكَعَ رَكْعَتَيْنِ

“Jika salah seorang dari kalian memasuki masjid maka janganlah dia duduk sehingga dia ruku’ (shalat) dua rakaat”. (HR. Ibn Hibban)

Dari hadits-hadits yang bersifat ‘aam (umum) diatas dapat kita pahami bahwa, shalat tahiyatul masjid disunahkan bagi seorang muslim tatkala memasuki masjid, kapan saja, tidak ada perbedaan antara waktu karahah (waktu makruh shalat) atau selainnya, tidak juga antara siang atau malam. Ketika seorang muslim memasuki mesjid, hendaklah dia shalat dua rakaat. Bahkan hingga di hari Jum’at sekalipun ketika khutbah Jum’at sedang disampaikan, hukum sunah ini tetap dan terus berlaku. Dalilnya sebagai berikut:

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم خَطَبَ فَقَلَ إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَقَدْ خَرَجَ اْلأِمَامُ فَلْيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ

“Bahwa Nabi saw berkhutbah, lalu berkata: ‘Apabila salah seorang dari kalian pada hari jum’at datang (ke masjid), dan imam telah keluar, maka hendaklah dia shalat dua rakaat’”. (HR. Muslim)

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ وَاْلأمَامُ يَخْطُبُ أَوْ قَدْ خَرَجَ فَلْيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ

“Jika salah seorang dari kalian datang (ke masjid) dan imam sedang berkhutbah atau keluar maka hendaklah dia shalat dua rakaat”. (HR. Bukhari)

دَخَلَ رَجُلُ الْمَسْجِدَ وَالنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَخْطُبُ فَقَالَ أَصَلَيْتَ قَالَ لاَ قَالَ قُمْ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ

“Seseorang memasuki masjid pada hari Jum’at dan Nabi saw sedang berkhutbah, lalu beliau saw bertanya: ’Apakah engkau sudah shalat?’ dia berkata: ’Belum’. Beliau saw berkata: ’(Kalau begitu) shalatlah dua rakaat’”. (HR. Bukhari, Muslim dan ad-Darimi)

Dalam kondisi ini –yakni ketika harus shalat ditengah khutbah Jum’at- maka disyariatkan kepadanya untuk meringankan dua rakaat tersebut dan menyederhanakannya, tidak memanjangkannya. Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Jabir bahwa ia berkata:

دَخَلَ رَجُلُ الْمَسْجِدَ وَالنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَخْطُبُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ لَهُ صَلُّ رَكْعَتَيْنِ خَفِيْفَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تَجْلِسْ

“Seorang laki-laki masuk ke dalam masjid, sementara Nabi saw sedang berkhutbah pada hari jum’at. Lalu beliau saw berkata kepadanya: ‘Shalatlah dua rakaat dengan ringan sebelum engkau duduk’”. (HR. Ibnu Hibban)

Demikianlah syariat Islam tentang shalat tahiyatul masjid ketika khatib sedang berkhutbah, bahwa ia tetap sunah untuk dilakukan dengan ringan dan tidak memanjangkannya. Wallahu’alam bi ash shawwab.

Yogyakarta,

2 Jumadil Ula 1430 H/27 April 2009M

Fauzan al Banjari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s