HUKUM DO’A LINTAS AGAMA

Tanya:

Ust. Bagaimana hukumnya do’a bersama-sama dengan agama yang lain. Aktivitas do’anya dilakukan secara bergantian antar pemeluk agama dalam rangka mendo’akan atau mengharapkan sesuatu? Jazakallah.

12 Syawal 1429H

Abdullah

Banjarmasin

Jawab:

Do’a bersama lintas agama dilakukan oleh berbagai pemeluk agama yang berbeda-beda dalam rangka mendo’akan ataupun mengharapkan sesuatu. Mereka secara bersama berkumpul dan secara bergiliran ber-munajat menurut keyakinan masing-masing. Salah satu contohnya adalah adalah aktivitas do’a bersama antara berbagai pemeluk agama-agama guna mendo’akan korban Pemboman Bali atau do’a bersama yang dilakukan di akhir tahun (Masehi) agar bangsa ini bisa melampaui krisis berkesinambungan, perpecahan, kehancuran, dan lain-lain.

Sesungguhnya aktivitas ini yaitu do’a yang dilakukan secara bersama-sama antara kaum Muslim dan penganut agama-agama lainnya sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh baginda Muhammad Rasulullah saw. dan diharamkan secara mutlak. Dalilnya adalah sebagai berikut:

Pertama, Do’a adalah ibadah mahdhah. Ibadah mahdhah adalah suatu perbuatan yang terikat dengan tatacara yang khas (khusus) yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. dan Rasul-Nya. Siapa pun dan dengan maksud apapun tidak boleh menambah-nambah ataupun menguranginya. Bahkan kaum Muslim secara mutlak tidak dibenarkan mengikuti cara-cara, langkah-langkah, dan jejak hidup orang-orang kafir (agama-agama selain Islam). Karena Allah menegaskan bahwa Islam berbeda dengan agama-agama lain, baik dalam hal Zat Yang disembah maupun tatacara peribadatannya termasuk dalam aktivitas do’a.

Aktivitas do’a bersama lintas agama sejatinya adalah menambah-nambah (sesuatu yang baru) yang sebelumnya tidak dicontohkan oleh Rasulullah saw. dalam perkara ibadah (do’a). Hal itu merupakan bid‘ah. Sebagaimana sabda Rasulullah saw.:

إِيَّاكُمْ وَ مُحْدَثَاتُ اْلأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Hendaklah kalian jangan mengada-adakan hal-hal yang baru. Sebab, sesungguhnya mengada-adakan hal-hal baru (dalam ibadah/do’a) itu adalah bid‘ah. Setiap bid‘ah itu adalah kesesatan. Setiap kesesatan (akibatnya) adalah neraka. (HR Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibn Majah).

Kedua, seluruh aktivitas (amal perbuatan) seorang Muslim wajib terikat dengan hukum-hukum Islam. Dan hukum-hukum Islam itu adalah apa yang diberikan oleh baginda nabi dan yang diambil darinya Allah Swt. berfirman:

وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

Apa saja yang diberikan Rasul kepada kalian, terimalah dia. Apa saja yang dilarangnya atas kalian, tinggalkanlah. (QS al-Hasyr [59]: 7).

Maksud dari ayat ini adalah, apa yang tidak pernah diperintahkan oleh Rasulullah, tidak pernah disetujui (taqrîr) oleh beliau, atau tidak pernah dilakukan oleh beliau —apalagi  menyangkut perkara ibadah— tidak boleh dilakukan. Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

Siapa saja yang melakukan suatu perbuatan yang tidak aku perintahkan maka perbuatan tersebut tertolak. (HR Muslim).

Ketiga, setiap agama memiliki hukum dan aturan (syariat)-nya sendiri-sendiri. Islam adalah agama yang berbeda dengan agama apa pun di dunia. Rabb (Tuhan) kaum Muslim Satu dan berbeda dengan tuhan-tuhan agama lain. Akidah kaum Muslim pun bertentangan dan sangat bertolak belakang dengan akidah agama-agama lain. Syariat Islam berbeda dengan syariat agama lain. Dengan tegas, Allah Swt. berfirman:

قُلْ يَاأَيُّهَا الْكَافِرُونَ(1)لاَ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ(2)وَلاَ أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ(3)وَلاَ أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ(4)وَلاَ أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ(5)لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

Katakanlah, “Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah. Kalian bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kalian sembah. Kalian tidak pernah pula menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untuk kalian agama kalian dan untukkulah agamaku.” (QS al-Kafirun [109]: 1-6).

Keempat, aktivitas do’a bersama lintas agama merupakan aktivitas yang berasal dari peradaban Barat yang Kristen. Mereka mengesahkan aktivitas sinkretisme (percampuran akidah maupun syariat berbagai agama) dan melakukannya. Sedangkan Islam menolaknya dengan tegas. Sebab, antara yang hak dan yang batil serta antara keimanan dan kekufuran tidak dapat dipertemukan dan disatukan sampai kapan pun dan dengan alasan apa pun.

Aktivitas ini sejatinya adalah untuk melemahkan aqidah kaum Muslim dan bermaksud menghancurkan peradaban Islam. Propaganda ajaran sinkretisme ini kepada kaum Muslim telah lama  dilakukan Barat melalui tangan dan mulut anak-anak asuhnya yang Muslim. Seruan do’a bersama ini sangat getol di’dakwahkan’ oleh komunitas intelektual Muslim yang mengatasnamakan ‘pembela keadilan dan humanisme’. Padahal, seruannya itu berakibat pada hancurnya aqidah Islam dan terhempasnya keagungan Islam dan kaum Muslim.

Aktivitas do’a bersama lintas agama yang dilakukan kaum Muslim bersama-sama dengan para pemeluk agama-agama lain merupakan suatu bentuk peniruan (tasyabbuh) terhadap (hadharah) peradaban Barat ataupun ajaran di luar Islam. Hal itu diharamkan dalam Islam. Rasulullah saw. bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا

Tidak termasuk golongan kami orang-orang yang menyerupai selain golongan kami. (HR at-Tirmidzi).

kesimpulannya, dengan alasan apa pun, aktivitas do’a bersama lintas agama yang dilakukan dan dihadiri kaum Muslim bersama-sama dengan para pemeluk agama-agama lain —baik di tempat peribadatan salah satu agama ataupun di tempat umum (seperti pantai, lapangan, gedung pertemuan, dan sejenisnya)— adalah aktivitas bid‘ah, tasyabbuh lil kufar, merupakan bentuk pencampuradukkan antara Islam dan kekufuran (sinkretisme) serta ‘dakwah’nya orang-orang kafir untuk menghancurkan Islam. Aktivitas do’a bersama ini diharamkan secara mutlak dalam Islam.

Yogyakarta, 25 Dzuqa’idah 1429 H

Fauzan Al Banjari

One thought on “HUKUM DO’A LINTAS AGAMA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s