Bait-bait Kerinduan Hati….

Surat Terbuka Kepada Saudariku…

Saudariku yang di rahmati Allah…

Aku bangga memiliki engkau sebagai teman seperjuanganku di medan dakwah…

Aku merasa terhormat berada disisimu, karena engkau seorang wanita sholehah…

Aku sangat bahagia ketika engkau selalu berbagi denganku…

Aku sangat yakin engkau sangat sayang padaku…

Dulu Engkau bagikan kasih sayangmu kepadaku…

Dulu… jilbabmu pun engkau berikan kepadaku….

Dulu… engkau selalu menghiburku saat aku sedih

Dulu… dengan sabar engkaupun membimbingku…

Dulu suka dan duka kita jalani bersama di rumah binaan itu…

Saat engkau menikah… aku terharu… aku bersyukur…

Karena engkau telah menemukan pendamping hidupmu…

Tempat sandaran hati dan hidupmu…

Seorang lelaki sholeh… lelaki dambaan…

Seperti yang sama-sama kita cita-citakan…

Kita hanya akan menikah dengan lelaki sholeh… yang memiliki visi hidup Islam…

Dan kau tambahkan .. pejuang syariah dan khilafah… aku pun setuju.

Aku berdo’a kepada Allah agar engkau selalu bahagia… saudariku

Dalam hati aku berdo’a… “ya rabbi kapan waktuku…?”

Kini… sudah lama kita tidak lagi bersama…

Aku tahu… engkau pasti ingin berbakti kepada suamimu…

Kini.. kita tak lagi saling berbagi seperti dulu…

Karena kini… ada tempat lain untuk mu berbagi…

Saudariku…

Sampai saat ini… Allah belum memberikan aku seorang pendamping … seperti pendampingmu…

Juga saudari-saudari kita yang lain…

Mengapa?… bukan karena kami tidak siap…

Tapi karena para rijal yang memang sedikit… tentu bukan sembarang rijal… rijal yang sama-sama kita cita-citakan dulu….

Rijal yang sholeh… seperti pendampingmu sekarang,

Mengapa mereka bagai makhluk langka yang sangat sulit kami temukan…

karena dunia tempat kita tinggal begitu hedon dan sekuler …

Memang ada beberapa rijal yang datang kepada kami…

Tapi engkau juga tahu… mereka tidaklah seperti yang kita cita-citakan … seperti pendampingmu…

Yang kami butuhkan adalah pendamping yang sholeh dan bertaqwa…

Dan berjuang demi tegaknya syariah Allah dan kesatuan kaum muslimin…

Berita buruk…bagi kami…

Jumlah rijal memang sedikit…

Apalagi yang sholeh…

Engkau juga tahu… diacara-acara pengajian umum yang kita ikuti dahulu, berapa banyak  jumlah rijal yang ikut?

Saat kita menyeru penguasa untuk menegakkan syariat Allah … engkau juga melihat berapa banyak rijal yang ikut dibanding kita..?

Tahukah saudariku….

Dalam setiap do’a… kami bermohon kepada Allah…

Kami ingin seperti dirimu… dapat menyempurnakan separuh lagi agama kami…

Oh betapa senangnya dirimu…

Engkau dapat berkhitmad untuk menjalankan hukum-hukum Allah bersama suamimu..

Yang saat ini kami tidak mungkin melakukannya…

Begitu banyak pahala seorang isteri yang menunggu kepulangan suaminya setelah beraktivitas… dengan kerinduan karena Allah… dan itu tidak mungkin bagi kami…

Begitu besarnya pahala seorang isteri.. ketika dia mengurus suami dan anak-anaknya…

Bahkan Baginda Rasulullah SAW. mengatakan pahala mereka seperti pahala Jihad… subhanallah… kami sangat menginginkannya juga wahai saudariku…

Karena Kami ingin memperoleh jaminan surga itu…

Engkau katakan dulu kepada kami sabda baginda… keridho’an seorang lelaki sholeh kepada isterinya akan menghantarkan isterinya itu ke surga….

Sungguh telah sempurna agamamu saudariku…

Kami belum bisa mencapainya… tapi kerinduan kami tentulah sangat besar…

Apa yang akan terjadi dengan kami… wahai saudariku…

Jika memang ikhwan yang kami tunggu… tak jua datang…

Karena memang jumlah mereka tidak mencukupi bagi kami…

Allah yang Maha Mengerti… memberikan solusi… yang kami tak berani untuk memintanya kepadamu…

Kami takut akan mengganggu kebahagiaanmu saudariku…

Tapi terkadang kami berkata dalam hati…

“Masihkah engkau mau berbagi kepada kami… seperti dulu…

Sudikah engkau membagi cintamu kepada kami….

Agar kami juga merasakan nikmatnya taat kepada suami…

Nikmatnya pahala melayani mereka…

Agar kami dapat melahirkan anak-anak sholeh dan sholehah…

Generasi penerus perjuangan kita….

Yang menjadi kebanggaan jungjungan kita Rasulullah SAW…

Karena banyaknya pengikut baginda di hari akhir nanti….

Agar kami berkesempatan menyempurnakan agama kami…

Agar setiap hari kami mendulang pahala jihad… seperti dirimu….

Tapi kami malu… kami malu

Kepadamu saudariku….

Kami juga khawatir… sangat khawatir

Bayangkanlah.. jika saudarimu ini kemudian menikah dengan seorang rijal yang tak bertanggung jawab… karena di minta menikah oleh orang tua kami…

Mungkin ada yang berkata “Itulah ujian bagimu…”… padahal engkau dapat meringankan ujian hidup kami itu saudariku…

Bayangkanlah jika kami para nisa yang belum diberikan pendamping hidup ini terpaksa harus bersanding dengan rijal yang tak peduli dengan umat… rijal yang hanya sibuk dengan urusan dunia nya saja…

Karena kami tidak lagi kuat dengan perkataan masyarakat sebagai “perawan tua”…

Jikalah kami bisa memilih… maka menjadi orang kedua dihati suamimu pun… kami tak mengapa…

Karena itu tidak menjadikan kami terhina di mata Tuhan kita… Allah SWT…

Bahkan itu menjadi kebanggaan kami … karena perasaan dan hawa nafsu telah bertekuk lutut dibawah keimanan kami…

Jika engkau pun menerimanya… tentulah itu menjadi pahala yang besar di sisi Allah…

Dan tentu saja… hawa nafsu dan setan telah tersungkur di bawah kaki ketaqwaan dan kasih sayangmu karena Allah….

Saat kami melihat kalian… berjalan berdampingan… begitu bahagia…

Ada iri di hati kami…

Saat engkau bercerita… diskusi kalian tentang Islam…

Diskusi kalian tentang uslub dakwah terbaru…

Diskusi kalian tentang cita-cita mulia di masa depan…

Kami hanya tersenyum…

Kami bahagia saudariku… tapi kami juga kecut hati…

Tidak kah kau lihat senyum kami… disana ada harapan yang sama…

Ada kesedihan… ada rasa iri… iri yang baik karena Allah…

Dengan satu pertanyaan “kapankah kami seperti dirimu juga?”

Tapi kami harus terus bersabar … tidak boleh sembarang rijal yang kami pilih…

Tapi kami juga harus sadar… bahwa rijal yang sholeh yang kami tunggu jumlahnya tidaklah sebanding dengan kami…

Tidak mungkin kami memiliki cerita sepertimu… jika rijal yang menikahi kami… tidak seperti rijalmu…

Saudariku Engkau mungkin berkata … “bersabarlah… Allah akan berikan jodoh yang baik…”

Perkataan mu menghibur hati kami, walau hanya sesaat…

Memberikan semangat walau hanya sekerlipan mata…

Karena sebenarnya engkau juga tahu…

Kami sudah lama siap menikah… dan engkaupun mencoba mencarikan pasangan hidup kami….

Engkau tahu… dan sadar betapa sulitnya…

Kini di tanganmu tidak hanya ada biodataku… tapi juga satu, dua, tiga , empat, lima, enam,….. biodata saudarimu yang lain seperti aku….

Kami menunggu….

Saudariku…

Bukankah kami adalah saudarimu…

Sebagaimana engkau bilang di setiap pengajianmu…

“Barang siapa yang tidak peduli dengan urusan kaum muslimin maka ia tidak termasuk golongan kaum muslimin“..

Sekedar bersabarkah kami…

Walau sebenarnya kami rela berbagi dengan mu…

Tapi maukah engkau berbagi juga dengan kami….

Bersama kita membina keluarga… engkau membimbing anak-anakku… karena aku sangat mempercayai dirimu… begitupun engkau sebaliknya…

Kita jadikan mereka bersama… pembela-pembela Islam terpercaya…

Mungkinkah itu…

Maukah kamu…

Ah kami tak berani mengatakannya kepadamu….

Kami tetap takut… dan kami malu memintanya kepadamu…

Karena Kami khawatir akan mengganggu kebahagiaan dirimu… karena kami sayang kepadamu…

Kami hanya menunggu…

Menunggu disini…

Melewati hari-hari dan malam-malam kami hanya dengan harapan…

Entah sampai kapan…

Bukankah Allah Maha Adil…?

Tapi apakah keadilan Allah dengan memberikan setiap nisa satu orang rijal..?

Lalu mengapa jumlah rijal yang sholeh begitu sedikit?

Kami yakin Allah Maha Adil…

Hanya manusia saja yang sulit untuk berbagi…

Jika tidak kepada engkau saudariku… lalu kepada siapa lagi kami berharap…

Kami bermohon kepada Allah agar kami kuat dalam kesabaran….

Saudarimu

Di Bumi Allah

3 thoughts on “Bait-bait Kerinduan Hati….

  1. Assalamu’alaikum Wr.Wb
    salam kenal sahabatku….
    maaf sebelumnya jika saya mempertanyakan ini
    karena sedang menjadi dilema rumah tangga saya

    Apakah mas Fauzan berniat untuk berpoligami?
    dan bagaimana menurut syariat Islam tentang poligami
    apakah ada persyaratan untuk seorang laki-laki sehingga dia boleh melakukan poligami.

    Terima Kasih
    Wa alaikumsalam Wr.Wb

    • Wa’alaikumsalam wr.wb
      Salam kenal juga…
      Berpoligami hukumnya mubah… bukan sunnah apalagi wajib…
      kita dianjurkan untuk berpoligami karena banyak hikmah dibaliknya…
      Apakah saya berniat berpoligami?
      Saya akan berpoligami jika isteri saya yang memintanya dan ada muslimah yang membutuhkan bantuan keluarga kecil kami untuk itu…
      Mudah-mudahan saya bisa sedikit memberikan ulasan tentang poligami dalam waktu dekat…
      Syukron Katsiron sahabatku alvi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s