Hukum Menjadi Pegawai Bank Dalam Pandangan Islam

Majelis Ulama Indonesia (MUI), melalui Komisi Fatwa-nya dalam forum Rapat Kerja Nasional dan Ijtima’ Ulama Indonesia, sejak hampir 6 tahun yang lalu tepat pada hari Selasa 16 Desember 2003 telah mengeluarkan fatwa tentang bunga. Fatwa itu intinya menyatakan bahwa bunga pada bank dan lembaga keuangan lain yang ada sekarang telah memenuhi seluruh kriteria riba. Riba tegas dinyatakan haram, sebagaimana firman Allah SWT:

وَأَحَلَّ اللهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. (QS al-Baqarah [2]: 275).

Karena riba haram, berarti bunga juga haram. Karena itu, sejujurnya tidak ada yang istimewa dari fatwa MUI ini. Bahkan sejatinya, untuk perkara yang segamblang atau qath‘î itu tidaklah diperlukan fatwa, alias tinggal dilaksanakan saja. Artinya, fatwa itu lebih merupakan penegasan saja. Sebagai penegasan, fatwa ini sungguh penting karena meski jelas-jelas dilarang al-Quran, praktik pembungaan uang di berbagai bentuk lembaga keuangan tetap saja berlangsung hingga saat ini.

Tulisan kali ini akan lebih membahas tentang besarnya dosa riba dan keterlibatan di dalamnya (Tulisan lengkapnya dapat dilihat di buku kami: “Hukum Seputar Riba dan Pegawai Bank” yang diterbitkan Ar-Raudhoh Pustaka).

Dosa Riba

Seberapa besar dosa terlibat dalam riba, maka cukuplah hadits-hadits shahih berikut menjawabnya:

“Satu dirham yang diperoleh oleh seseorang dari (perbuatan) riba lebih besar dosanya 36 kali daripada perbuatan zina di dalam Islam (setelah masuk Islam)” (HR Al Baihaqy, dari Anas bin Malik).

“Tinggalkanlah tujuh hal yang dapat membinasakan” Orang-orang bertanya, apakah gerangan wahai Rasul? Beliau menjawab: “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa orang yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri waktu datang serangan musuh dan menuduh wanita mu’min yang suci berzina”. (HR Bukhari Muslim)

Terlibat dalam riba (Bunga Bank) adalah termasuk dosa besar, yang sejajar dengan dosa syirik, sihir, membunuh, memakan harta anak yatim, melarikan dari jihad, dan menuduh wanita baik-baik berzina. Naudzubillah. Bahkan apabila suatu negeri membiarkan saja riba berkembang di daerahnya maka sama saja ia menghalalkan Allah untuk mengazab mereka semua.

“Apabila riba dan zina telah merajalela di suatu negeri, maka rakyat di negeri itu sama saja telah menghalalkan dirinya  dari azab Allah” (HR. Al Hakim)

Pertanyaannya, jika Bank itu diharamkam karena Riba, lalu bagaimanakah hukum bagi orang yang bekerja di dalamnya (pegawai Bank)?

Hukum Menjadi Pegawai Bank Konvensional

Telah sampai kepada kita hadits riwayat Ibnu Majah dari jalan Ibnu Mas’ud dari Nabi SAW:

“Bahwa beliau (Nabi SAW) melaknat orang yang makan riba, orang yang menyerahkannya, para saksi serta pencatatnya.” (HR. Bukhari Muslim)

Jabir bin Abdillah r.a. meriwayatkan:

“Rasulullah melaknat pemakan riba, yang memberi makan dengan hasil riba, dan dua orang yang menjadi saksinya.” Dan beliau bersabda: “Mereka itu sama.” (HR. Muslim)

Ibnu Mas’ud meriwayatkan:

“Rasulullah saw. melaknat orang yang makan riba dan yang memberi makan dari hasil riba, dua orang saksinya, dan penulisnya.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)

Sementara itu, dalam riwayat lain disebutkan:

“Orang yang makan riba, orang yang memben makan dengan riba, dan dua orang saksinya –jika mereka mengetahui hal itu– maka mereka itu dilaknat lewat lisan Nabi Muhammad saw. hingga han kiamat.” (HR. Nasa’i)

Dari hadits-hadits ini kita bisa memahami bahwa tidak diperbolehkan untuk melakukan transaksi ijarah (sewa/kontrak kerja) terhadap salah satu bentuk pekerjaan riba, karena transaksi tersebut merupakan transaksi terhadap jasa yang diharamkan.

Ada empat kelompok orang yang diharamkan berdasarkan hadits tersebut. Yaitu; orang yang makan atau menggunakan (penerima) riba, orang yang menyerahkan (pemberi) riba, pencatat riba, dan saksi riba. dan saat ini jenis pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan yang membanggakan sebagian kaum muslimin serta secara umum dan legal (secara hukum positif) di kontrak kerjakan kepada kaum muslimin di bank-bank atau lembaga-lembaga keuangan dan pembiayaan. Berikut adalah keempat kategori pekerjaan yang diharamkan berdasarkan dalil-dalil yang disebutkan diatas:

1. Penerima Riba

Penerima riba adalah siapa saja yang secara sadar memanfaatkan transaksi yang menghasilkan riba untuk keperluannya sedang ia mengetahui aktivitas tersebut adalah riba. Baik melalui pinjaman kredit, gadai, ataupun pertukaran barang atau uang dan yang lainnya, maka semua yang mengambil atau memanfaatkan aktivitas yang mendatangkan riba ini maka ia haram melakukannya, karena terkategori pemakan riba. Contohnya adalah orang-orang yang melakukan pinjaman hutang dari bank atau lembaga keuangan dan pembiayaan lainnnya untuk membeli sesuatu atau membiayai sesuatu dengan pembayaran kredit yang disertai dengan bunga (rente), baik dengan sistem bunga majemuk maupun tunggal.

2. Pemberi Riba.

Pemberi riba adalah siapa saja, baik secara pribadi maupun lembaga yang menggunakan hartanya atau mengelola harta orang lain secara sadar untuk suatu aktivitas yang menghasilkan riba. Yang termasuk dalam pengertian ini adalah para pemilik perusahaan keuangan, pembiayaan atau bank dan juga para pengelolanya yaitu para pengambil keputusan (Direktur atau Manajer) yang memiliki kebijakan disetujui atau tidak suatu aktivitas yang menghasilkan riba.

3. Pencatat Riba

Adalah siapa saja yang secara sadar terlibat dan menjadi pencatat aktivitas yang menghasilkan riba. Termasuk di dalamnya para teller, orang-orang yang menyusun anggaran (akuntan) dan orang yang membuatkan teks kontrak perjanjian yang menghasilkan riba.

4. Saksi Riba

Adalah siapa saja yang secara sadar terlibat dan menjadi saksi dalam suatu transaksi atau perjanjian yang menghasilkan riba. Termasuk di dalamnya mereka yang menjadi pengawas (supervisor).

Sedangkan status pegawai bank yang lain, instansi-instansi serta semua lembaga yang berhubungan dengan riba, harus diteliti terlebih dahulu tentang aktivitas pekerjaan atau deskripsi kerja dari status pegawai bank tersebut. Apabila pekerjaan yang dikontrakkan adalah bagian dari pekerjaan riba, baik pekerjaan itu sendiri yang menghasilkan riba ataupun yang menghasilkan riba dengan disertai aktivitas lain, maka seorang muslim haram untuk melaksanakan pekerjaan tersebut, semisal menjadi direktur, akuntan, teller dan supervisornya, termasuk juga setiap pekerjaan yang menghasilkan jasa yang berhubungan dengan riba, baik yang berhubungan secara langsung maupun tidak. Sedangkan pekerjaan yang tidak berhubungan dengan riba, baik secara langsung maupun tidak, seperti juru kunci, penjaga (satpam), pekerja IT (Information Technology/Teknologi Informasi), tukang sapu dan sebagainya, maka diperbolehkan, karena transaksi kerja tersebut merupakan transaksi untuk mengontrak jasa dari pekerjaan yang halal (mubah). Juga karena pekerjaan tersebut tidak bisa disamakan dengan pekerjaan seorang pemberi, pencatat dan saksi riba, yang memang jenis pekerjaannya diharamkan dengan nash yang jelas (sharih).

Yang dinilai sama dengan pegawai bank adalah pegawai pemerintahan yang mengurusi kegiatan-kegiatan riba, seperti para pegawai yang bertugas menyerahkan pinjaman kepada petani dengan riba, para pegawai keuangan yang melakukan pekerjaan riba, termasuk para pegawai panti asuhan yang pekerjaannya adalah meminjam harta dengan riba, maka semuanya termasuk pegawai-pegawai yang diharamkan, dimana orang yang terlibat dianggap berdosa besar, karena mereka bisa disamakan dengan pencatat riba ataupun saksinya. Jadi, tiap pekerjaan yang telah diharamkan oleh Allah SWT, maka seorang muslim diharamkan sebagai ajiir di dalamnya.

Semua pegawai dari bank atau lembaga keuangan serta pemerintahan tersebut, apabila pekerjaannya termasuk dalam katagori mubah menurut syara’ untuk mereka lakukan, maka mereka boleh menjadi pegawai di dalamnya. Apabila pekerjaan tersebut termasuk pekerjaan yang menurut syara’ tidak mubah untuk dilakukan sendiri, maka dia juga tidak diperbolehkan untuk menjadi pegawai di dalamnya. Sebab, dia tidak diperbolehkan untuk menjadi ajiir di dalamnya. Maka, pekerjaan-pekerjaan yang haram dilakukan, hukumnya juga haram untuk dikontrakkan ataupun menjadi pihak yang dikontrak (ajiir).

Selain itu juga Allah SWT mengharamkan kita untuk melakukan kerjasama atau tolong-menolong dalam perbuatan dosa.

وَلاَ تَعَاوَنُوا عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. al-Maidah: 02)

Wallahu’alam

62 gagasan untuk “Hukum Menjadi Pegawai Bank Dalam Pandangan Islam

  1. terimakasih atas jawabannya….yang menjadi pertanyaan saya selanjutnya…sistem ekonomi kita hampir dikuasai oleh sistem perbankan yang bersifat konvensional..dalam hal ini, antum mungkin juga tau..bahwa bank-bank konvensional juga membayar pajak pada pemerintah yang jumlahnya tidak sedikit..kemudian pemerintah menggunakan uang tersebut untuk,subsidi, pembangunan,dsb. Qt harus akui bahwa kita mungkin menikmati apa yang diberikan pemerintah..yang menjadi pertanyaan?apakah kita termasuk orang yang memakan harta riba?dan bagaimana pemecahannya?makasih, lanjutkan dakwah..

  2. pertanyaanya… solusinya gimana dong?
    apa ada yang mau minjemin bebas tanpa bunga sekarang? kalo ada pasti dia akan diserbu orang….minta pinjaman buat modal usaha..
    mengeluarkan fatwa memang kudu begitu, tapi solusinya piye ya???
    pusingggg…..
    tolong kasih solusi bagi pengetahua ini …. jadi tau tapi jadi bingung juga ya?? kudu pinjam ke mana buat usaha…..

    • Yang perlu dibangun adalah sistem kerjasama syariah (syirkah), mungkin ada yang mau pinjamkan uang untuk usaha tanpa bunga tapi jumlahnya sedikit. oleh karena agar saling menguntungkan dan tidak terjerat dalam dosa besar riba, maka Islam memiliki solusi menggunakan sistem syirkah, baik syrikah Inan, ‘Abdan, Mudharabah, Wujuh, maupun Mufawadhah. InsyaAllah bisnis membawa berkah dan saling menguntungkan. Saya sendiri sudah menerapkannya untuk beberapa usaha saya dengan syirkah Mudahrabah dan Inan. Silahkan ditanyakan kepada para ahli bisnis Islami untuk keterangan lebih detail. Semoga Sukses dan Berkah. Amin

      • ”Sungguh akan datang pada manusia suatu masa yang pada waktu itu tidak tersisa seorang pun melainkan akan makan riba; barangsiapa yang tidak memakannya maka ia terkena debunya.” (HR Abu Daud & Ibnu Majah).

        Sy setuju dgn onlymusafir, kita harus tetap berupaya untuk menegakkan syari’ah. Dan kalau mau berfikir agak panjang memang kita hidup di dunia ini hanya sementara so… bersabarlah sambil terus berupaya (bermujahadah) dalam upaya mencari solusi-solusi yang tidak bertentangan dengan syari’at. InsyaAllah ada jalan…

  3. Kalau disisir lagi, semua Pegawai Bank apapun posisinya tentu semua demi kelancaran Badan Usaha Perbankan, seperti kasir dia termasuk pemberi riba, nah kalau ngak ada kasir siapa yg bakal menjadi penyalur keuangan masuk dn keluar, begitupun dng posisi satpam yg dirasa agak aman tapi siapa yg menggaji, bukankah termsuk saling membantu keamanan dari transaksi……………….. klu dilihat ngak ada dong posisi yang aman disini,,,,,,, bagaimana tuh habis klu semua ingin ditmpat yg aman siapa lg yg akan jadi pemimpinnya……

  4. Gue dulu Salah satau pegawai Bank di BUMN yg untungya cuma kontrak, waktu zaman kuliah dulu bekerja di Bank tentu aja jadi cita-cita gue, lulus kuliah gue nglamar di berbagai perbankan tp selalu gagal akhirnya gue kerja di Penerbitan selama 1 tahun, asyik-asyik aja tp setan kasih gue was2 tentang karir saya, ya saya jadi sales buku pelajarn akhirnya gue ikut CPNS eeh ketauan perusahaan gue dipecat, trus gue kerja di pembiayaan/leasing cuma bertahan 3 bulan, entah kenapa hati gue gelisah kerja di leasing rasa tertekan, trus temen2 ngjak saya gabung lagi di penerbitan karena mereka buka penerbitab baru di kota saya ya saya gabung lagi 2 tahun ngerintis perush maju pesat sampai jadi cabang,tp ya jadi sales gak keren, “Sarjana ko nyales buku, ampe kapan, gimana ntar nasib anak istrimu, pdahal gue blum kawin” tiba2 iesng gue nglamar disalah satu BUMN beberapa kali ikut test gue diterima jadi AO dg gaji 3,5 Jt. wah gue & keluarga sangat gembira, saking gembiranya gue sampai potong kambing lho trus ngundang satu Rt ama anak-anak yatim makan, trus traktir temen2 di restoran, setelah 1 minggu gue kerja di Bank njalanin jd AO dan tau pekerjaanya, hati saya gelisah, resah yg luar biasa, saya kaget apa bedanya kerjaan saya dengan Rentenir, dan entah kenapa setiap jum’at khotib sering bicara tentang riba & dosanya,ngeliat pengajian yg dibicarakn masalah riba, setiap baca bullettin islam/majalah islam e berkenaan dg riba sampai-sampai saya terbawa mimpi dapat azab kubur, didatangin orang alim/kiai yg tiba memuntahk darah dari perutnya ke sekujur tubuh saya, semenjak itu hati saya sgt gelisah, 3 bulan saya njalanin hati,pikiran saya bener2 kacau, saya perang batin, kerja jd tidak semangat, bahkan hidup saya jd tidak semangat,keluarga saya sgt menentang saya bila saya meninggalkan pekerjaan saya di Bank tsb.tapi mimpi2 itu membayangi saya terus,saya sgt stress, dikantor saya dikucilkan tmen2 karena saya tidak punya semangat/niat kerja lg, tiap malam saya berdoa mohon ampun & petunjuk kpd-Nya tentang pekerjaan saya yg baru ini,akhirnya saya putuskan untuk keluar dari pekerjaan saya ini, dg niat mudah2an lillahita’ala, karena saya haqul yakin pekerjaan ini adalah rentenir berdasi, Alhamdulillah akhirnya saya dpt melepaskan diri dari pekerjaan tsb, setelah 1 tahun ngejalanin masa kontraknya, saya tawakal aja kepada-Nya dan memohon ampun atas kejahilan saya, Alhamdulillah hidup saya lebih tenang, walaupun saya sampai saat ini belum dapat kerja tetap terlebih istri saya lagi hamil 5 bulan, saya yakin Allah maha hidup yg memberi/menjamin kehidupan bagi hamba-Nya.begitu keluar dari Bank tsb banyak temen-temen di Bank Swasta nawarin saya kerja dg gaji yg menggiurkan tapi saya tolak, saya yakin Allah pasti kasih saya kerjaan yg lebih baik bagi saya,bagi agam,keluarga saya.saya berprinsip biarlah saya jadi sales lg dg gaji pas-pasan, yabiarlah “mereka yg tidak tahu” menghina saya, karena emang pantas saya di hina, karena saya emang hamba-Nya yg hina, yg juga berasal dari tempat/air yg hina. Ya Allah karuniakanlah hamba kesbaran dan gantilah dg pekerjaan yg lebih baik, yg Halal dan yg engkau ridhoi dan cukupilah kebutuhan hidup keluarga hamba dg rezeki yg engkau ridhoi & karuniakanlah hamba kemuliaan dg ketaqwaan kepada-Mu hanya itu do’a ku setiap malam.wahai para pencari kerja semoga penglaman ini dpt menjadi ibroh/pelajaran. Allah maha hidup, Allah sang pemilik masa depan, bukan perusahaan, Bertaqwalah & Bertawakallah kpd-Nya insya Allah ia akan memberikan jalan keluar.bukankah kita hidup untuk menggapai keridhoan-Nya, so info lebih lanjut hub : 0819 514 1981

    • Pengalaman spriritual yang baik, semoga Allah tetap memberikan hidyahnya kepada anta… amin. ingatlah dan yakinlah selalu bahwa Allah bersama orang-orang yang bertaqwa dan bertawakal. wa man yataqillah yaj’alahu makhraja, wa yarjukhu min haytsu layahtasib…

    • Jazakallohu khoiron katsiroo..
      niat & perjalanan hidup yg anda tulis, sama persis dengan niat & pengalaman yg saya jalani. trim’s….

    • kisah anda sama dg apa yg kami alami, saat ini suami saya msh kerja dibank konvesional……..kami punya target waktu bahwa kami akan keluar dripekerjaan ini dan kami yakin dengn berwiraswasta hidup kami akan lebih sukses…….tapi yg jadi kendala kami adalan tentangan dr orang tua……smg Allah memberi petunjuk pada keluarga kami…….amin……..

    • Bener baget gan….nt tepat ngambil keputusan….semoga nt di mudahkan dalam segala urusan.manusia jaman sekarang pada takut hidup tapi tidak takut mati….

      Seharusnya beranilah akan hidup tapi takutlah akan kematian…

      Salam sejahtera..

  5. ana jg mau keluar dari pekerjaan lama saya yang sdh 9thn saya tekuni, saya ao bri blora..smoga Allah sñtiasa mmberi jln petunjuk kpd orng2 yg briman..bank itu bkn skdr mnrapkan riba, tp praktek ekonominya banyak yg dzolim. negara hrs ikut andil secpatnya mngurangi prktek yg riba & dzolim trsbut..

  6. permasalahan sekarang, apakah ada bank syariah, yang betul betul menjalankan syariah murni, yang pada kenyataannya, kebanyakan bank syariah, lebih banyak memberikan kredit dalam bentuk pembiayaan (misal untuk konsumtif) yang margin pembiayaan dihitung langsung pada saat akad pembiayaan, bukan musyakarah, kalau dihitung margin pembiayaan (kalau dibank riba disebut bunga) lebih tinggi dari bank riba.
    prinsip syariah adalah profit and loss sharing.
    kalau yang akan membutuhkan modal usaha adalah usaha kecil yang tidak ada pemubukan rugi laba, bagaimana para bank syariah menghitung berapa laba/rugi setelah adanya pemberian modal kerja, kalau nasabahnya cuma satu orang masih mudah urusannya, tapi kala nasabahnya ribuan, mungkin sipegawai bank syariah akan pusing setiap bulannya. kecuali semua nasabahnya orang jujur semua. tapi kalo dalam hal untung rugi belum susah untuk mencari manusia yang jujur.

  7. Assalamu’alaykum

    Mohon bantuannya saya mau tanya,
    Gimana hukumnya bekerja disalah satu anak cabang usaha Koperasi yaitu bagian Mini market yang induknya yaitu sebuah usaha Koperasi anak usaha simpan pinjam dan juga anak usaha perdagangan sedangkan saya akan bekerja dibagian anak cabang usaha perdagangannya yang semacam Minimarket yang akan membuka sekitar 100 toko kebutuhan pokok.
    Apakah boleh bekerja disini dan tidak termasuk riba karena koperasi ini memiliki anak usaha simpan pinjam juga ?

  8. Syukron….
    ALHAMDULILLAH…
    Saya baru saja resign dari dunia perbankan,
    Banyak teman2 muslim sya yg meberikan masukan2,saya googling,dan semakin yakin,
    Cukup enam bulan saya berada didunia perbankan yg membuat saya gelisah…
    Setelh res…bagaimahay meapusds saä

  9. asslm,,sebelumnya sy terima kasih kepada admin yg telah memberikan posting yang memberikan sy cerahan hati. Sy skrg krj di BRI sebagai AO dan alhamdulilah skrg sy sdh melewati masa kontrak 1 tahun..namun sama halnya dengan postingan mas Ari al-banjari@yahoo.com. sy skrg mengalami perang batin menjalani pekerjaan ini.disatu sisi sy merasa pekerjaan yang diberikan allah ini adalah nikmat dan karunia yang belum tentu semua orang bisa mendapatkannya, namun dilain sisi sy jg merasa bahwa pekerjaan yg sy lakukan ini adalah RIBA.sy benar2 bingung n skrg krj spt air yg mengalir kemana sj. sy senantiasa memohon petunjukNya kiraNya sy diberikan solusi hidup yg sy alami saat ini.

  10. Saya ada seorang temen yg terbelit utang di bank sehingga setiap bulannya dia hanya terima gaji 200 000,trus dia melalui jaminan saya dapat pinjaman dari bank lain dengan jumlah yg lumayan….dan penggunaan uang tersebut dipakai sebagai modal jadi rentenir dengan alasan bunganya untuk menutupi 2 bank tersebut….dengan cara yang lebih halus …angsur pokok + bunga setiap bulan….,tanpa makan bunga tersebut dan sesuai perjanjian kedua belah pihak (bungannya dipakai bayar angsuran 2 bank)…..,
    bagaimana hukum islam nya tersebut terhadap saya…padahal saya tidak dapat imbalan dari uang tersebut,,
    jadi bingung …nih..niatnya hanya nolongin teman aja….solusi nya dong..?

    • Aktivitas pertama yang dilakukan adalah haram (kredit di bank dengan sistem rente/bunga) kemudian diselesaikan dengan atktivitas yang juga haram (menjadi rentenir). istilahnya melakukan keharaman di atas keharaman. Untuk mas dodi, jika saat menjaminkan tersebut tidak tahu keharaman hukum riba Bank maka hal tersebut dimaafkan, namun setelah tahu maka mas dodi harus segera meninggalkan aktivitas penjamin tersebut, kapan? sekarang juga. karena al washilah ilal haram haramun (perantara kepada suatu perbuatan haram adalah haram). tentang masalah utang di Bank maka selesaikanlah dengan membayarnya secara lunas dengan melakukan pinjaman kepada para hartawan muslim dengan tanpa riba. jelaskan kepada pihak bank bahwa anda terpaksa (dizholimi) untuk membayar pokok + ribanya. Orang yang dipaksa (terzholimi) tidaklah berdosa. wallahu’alam.

  11. Saya pada skrng lg menjalani pkerjaan d sebuah Bank Perkreditan,sama hal nya dengan teman2 diatas.hati saya slalu gelisah,tdk tenang,tak pernah khusyu dlm sholat…bingung?

  12. alhamdulillah. .sya mdpt pncerahan stlh googling mgenai hkum mjd pgwai bank ini.mulax sya bngung,bru lu2s kul thn llu n krja d knsultan tknik,tp hti sy galau krn d tmpt krja blm ad pgawai wnita,laki2 smua,cm sya 1 org wnta,sya mrs tdk bnyk bs bkrja n sharing soal pkrjaan,sya sngguh bingung.pdhl bnyk tmn2 kul sya yg skrg bs krja d bank dn klhatanny pijakannya stabil.sya sbnrx iri knp sy tdk cba spt mrk pdhl indeks prstasi sy alhamdulillah lumyan,cz drajat pgwai bank trlhat bgus d msyrkat.ap kata sindiran tmn2 jk sy yg biasax juara kls n lu2s cumlaud,tdk bs spt mrk?.tp skrg sya tdk prlu cmas lg dn brsyukr krn sdh thu dsar hkumny.skrg sy hny brtawakkal mmhon smg dbri ALLAH pkrjan yg halal,mbwa brkah,dn sya sndr snang mnjlaniny.smg kt ssma umat muslim snntiasa mdpt rhmat,hdyah,dn ampunn dr ALLAH SWT. Amin. . .

  13. assalamualaikum wr wb…
    saya jg sama dng temen2 di atas..
    Saya skrg krj di salah satu leasing, selama 1 thn ini saya gelisah dgn rezeki yg saya terima, ada yg mengatakan haram,halal n subhat. padahal dlm leasing dah trjd akad yg jelas dr kdua blah pihak.
    Mohon beri jawaban atas kgelisahan ini.

  14. bagaimana kalo hukumnya kerja d leasing?apakah itu juga sama dengan riba.karena setiap saya kerja,hati saya selalu tidak tenang.dan kalo menjadi seorang sales motor di dealer hukumnya apa?

  15. sesungguhnya rizki itu ada, dan pekerjaan kita sama sekali tidak berhubungan dengan rizki, karena Allah-lah yang memberi rizki, karena itu jangan ragu tinggalkan pekerjaan yang haram

  16. Astaghfirullaahal’azhiim.

    Hampir tiap bulan sy menutupi ‘cicilan’ bank utk keperluan naik haji ibu saya.
    Sedari 2008.
    Ibu saya insyAllah brgkt haji 2012.

    Duh,
    Gimana nih?!?!

    Dan,bahkan sy jg berencana naik haji dg cr bkrjsma dg bank.dg sistem setoran awal 5 jt, dan sisanya semacam diangsur hngga 2818(thn kbrgktn).

    Please help me out..
    Syukran.

    • Tanya ke yang lebih ahli…
      Bisa saja Anda secara fisik GAGAL berangkat haji… tapi karena NIAT Anda yang murni untuk melaksanakan ibadah haji, bisa saja di sisi Allah Anda sudah tercatat jadi Haji yang mabrur.

  17. assalamualaikum,…
    sy skrg bekerja di sebuah perusaan konstruksi dan menduduki posisi di bagian keuangan. kondisi perusaan kami 90% muslim yg cukup taat….
    yg ingin saya tanyakan di bagian kami sering kebijakan perusahaan tidak bisa lepas dari masalah perbankan baik untuk penjaminan utang serta pemenuhan kebutuhan modal untuk investasi, bahkan pembayaran ke vendor saat posisi kas perusahaan sedang kosong pun kita memakai jasa bank untuk membayar melalui SKBDN atau L/C lokal.

    apakah kami juga terkena dosa riba karena kebijakan yg kami lakukan padahal klo dilihat dari segi bisnis era sekarang ini perusahaan sulit lepas dari bank konvensional?

    tolong dijawab segera ya pak,..karena sungguh butuh pertinbangan.

  18. Subahanalloh..Kni kbimbangan q tlah trobati..Q da tawarn krj d KSP,tp stlah tw dalil2x ngeri..Biarlh krj pa ja,mskpn g’gaji bsr,tp ttp dlm ridho Alloh..Isya Alloh mskpn gaji q kcil klo Alloh ridho dg pkrjaan q,pst kbrkahan akn dtng dr Lngt&bumix Alloh SWT.Orng2 yg membangkan dr pringtan Alloh&sk membahas apa yg tlah d tetapkn Alloh,sprt kaum bani isroil yg d azab dg d kirim pmrintah dzolim oleh Alloh yaitu Fir’un Latnatulloh Alaihi,sm dg qt klo brpaling dr pringtn Alloh,mk Alloh kirim pmqintah dzolim kpd qt,shg d dunia qt sengsara,Lbih2 d Akhrt tmbh sengsara..

  19. Assalamualaikum.

    saya baru terima tawaran dari seseorang sebagai IT Programer di sebuah perusahaan koperasi simpan pinjam. job desk saya membuat aplikasi untuk perusahaan ini.

    bagaimana hukumnya.. tolong di peritahu aturaan, hukum2, dan saran2.

    wassalam.

  20. kalau saya lihat lebih dalam semua pegawainya ada hubungannya dengan kegiatan yang mendukung riba karena saya kebetulan juga pegawai bank. dan saya sangat ingin sekali melepaskan diri dari pekerjaan ini,. mohon doanya,.

  21. Saat ini saya bekerja di it(information tehcnology) bank selama 11 tahun berpindah2 dari suatu bank konvensional ke bank lain, td dibilang it salah satu yg diperbolehkan, tp sy tetap merasa gelisah dan yakin bahwa walaupun di it bank merasa berandil dalam riba, skrng ini segala pemprosesan penghitungan riba menggunakan teknologi dan pekerja it, jadi bukankan termasuk organ bank sendiri. Secara logika bila it kita sebut paru2 dan bank itu manusia. Bisa dibayangkan kalau itu termasuk berperan dlm riba. Pikiran bisa dibohongi tapi hati apa bisa? Kini saya semakin sadar akan hal itu. Mohon doa saudara2 muslim utk kami,semoga Allah memberi petunjuk ,kekuatan dan jalan keluar dari riba, Aamiin.

  22. Saya pensiunan PNS; Almaughfirulloh Orang Tua saya, dulu pernah bekerja di Bank Desa dengan sebutan Kometir; dan almaughfirulloh berhenti jadi pegawai Bank; difatwakan bahwa seseorang yang bekerja di Bank harus ditebus dengan menbaca istihfar 100 kali tiap hari, sebelum almaughfirulloh berhenti jadi Pegawai Bank; karena mencari Maisyah adalah kewajiban bagi Seseorang Muslim menafkahi keluarga; dan akhir hayatnya Almaughfirulloh pensiun PNS Kantor Kenaiban yang sekarang dikenal Kartor Urusan Agama (KUA); Dikisahkan juga bahwa Seseorang yang dalam Usaha memperoleh pinjaman dari Bank sempat bangkrut, berarti Dia sangat beruntung dan sebalinya bila Dia dalam usahanya tambah maju berati Dia dibiarkannya merugi; naudhubillah.

  23. ya… gimana lagi… ijazah kta udah ditahan pihak bank… jika kita berhenti… dengan apa saya bayar…. sementara pekerjaan g lain belum dapat…… jika saya berhenti sama menyiksa diri saya… allah swt sangat mebenci jk menyiksa diri kita…… klo gitu kalian buka dong lowongan pekerjaan yghalal wahai ustat………… MUI……………….. mau bikin usaha sya saya tidak punya apa2 keparat……………….

  24. selanjutnya… gimana halal atau ribanya saya serahkan kepada allah…. karena dia yg lebih maha tau… dan penyayang………… jika ada pekerjaan yg lbih mulia saya akan ambil……….. terima kasih………………………………………………………

  25. Ana bekerja di Bank Asing selama 5 tahun karena ana belum tau Ilmunya..
    Tapi setelah ana tau hukumnya ana tinggalin pekerjaan itu.. bisikan dan godaan pun acap kali datang menggoda Iman., tapi ana tetep ame pendirian..
    Muslim hidup tidak cuma didunia tetapi jg di akhirat.. Alhamdulillah sekarang walaupun gaji ana lebih sedikit tapi terasa keberkahannya..

  26. Maap saya mau tanya,aku sudah kerja jd satpam di bank indonesia selama 5 tahun,apakah kerjaan saya termasuk haram karena saya ke sehariannya tdk mengetahui ataupun menjadi saksi dalam penghitungan riba,dan yg saya tau lembaga tempat aku kerja sumber pendanaan gajinya dr anggaran belanja negara bukan dr riba.thanks atas solusinya

  27. Assalamualaikum,-

    Memang benul (benar &betul) akan menjadi dilema,ketika qt tau dan nurani qt bicara bagai buah simalakama.. tp yg pasti bagi temen2 yg me-resign diri di perbankan.semoga mendapatkan hidayah-Nya dan di berikan rizki yg barokah. Allah SWT maha kaya,- dan hidup qt pun Dia lah yg mengaturnya semoga kita selalu dijaga dari kemewahan/harta dunia serta di jauhkan dari kekufuran,,,,,,,,,,-

  28. assalamualaikum wr wb

    saya adalah anak seorang pegawai bank konvensional. saya masih mencari tentang literatur-literatur tentang riba dan mengelolanya secara seksama. ayah saya bekerja sebagai pegawai bank konvensional, yang memiliki tanggung jawab yang besar dalam perusahaan.
    saya sering bergaul dengan forum-forum tentang ekonomi islam, meskipun saya adalah anak seorang pegawi bank konvensional.
    saya terkadang berfikir tentang konsep yang ada. Saya menanyakan hal ini berulang-ulang, kepada mentor saya, buku yang saya baca , dari keluaran universitas saya. Ada yang mengatakan boleh, dan ada yang mengatakan tidak boleh.
    Terkadang. Tekanan batin itu muncul. Namun yang bekerja adalah ayah saya. Saya pernah berdiskusi, tapi tidak menanyakan tentang konsep riba ini. Saya hanya mengatakan, kenapa kok tidak mengambil konses syariah saja. Jujur saja, 20 tahun silam tidak ada yang namanya bank syariah. Saya juga masih kecil. Gak mengerti apa apa. Ketika saya sudah kuliah, muncullah bank syariah yang menawarkan bunga bebas. Yang masih tetep saya pelajari. Syariahnya itu dari mana? Apakah hanya kata tempel saja.
    Menurut anda, apakah ayah saya harus berhenti, dan kami tidak memperoleh penghasilan lagi, atau bagaimana? Memang sangat jelas sekali keterangan diatas. Saya juga tidak membantah. Saya juga tau itu ada di al qur’an kok…
    Dilema semacam inilah yang membuat saya merasa tidak bersemangat sekali. Tetapi, mau bagaimana lagi? Aku juga nggak tau gimana. Yang kerja orang tua saya. Saya belum bekerja.
    Saya hanya tidak mau mengulang apa yang orang tua saya lakukan. Tapi setidaknya apakah Allah tidak maha pengampun????

  29. assalamualaikum….
    hemmmm… setelah membaca dalil dan postingan saudara sekalian, saya jadi tambah bingung… saya sekarang baru diterima kerja ditempat finance… sudah terlanjur tanda tangan kontrak dan ijazahku ditahan 1 tahun :( …walaupun pekerjaan saya dibagian analisis dan pengarsipan data nasabah yang pengajuan kreditnya ditolak dan dibatalkan,serta menyaring data nasabah yang dicurigai korupsi atau melakukan pencucian uang dan melaporkan nya kepihak yang berwenang. namun gaji yang akan saya terima kan dari sesuatu perbuatan riba…
    gimana solusinya????
    kalau saya keluar saya melanggar pasal perjanjian, dan denda 100jt.
    disamping itu zaman sekarang hampir semua menggunakan jasa perbankan. orang tua saya juga meminjam uang ke bank untuk memenuhi kebutuhan hidup serta untuk anak2nya…
    berarti saya dari dulu dah makan hasil riba?????????

  30. Ana sampai sekarang berkerja di Salah satu Bank yang ada di daerah ana. selama kurang lebih 3 tahun ana sentuh di bidang pembiayaan. jujur hati ana sekarang lagi galau dengan perkerjaan ana, ana takut untuk meninggalkannya, karena masih banyak tanggungam yang harus ana tanggung tidak hanya istri tapi juga hutang ana. sementara semua it bisa tercukupi dengan hasil kerjaan ana, tapi benar ana merasa galau dan bimbang dengan kerjaan ana, ana takut semua it haram yang ana makan dan ana berikan kekeluarga ana, apa yang harus ana lakukan? mohon bimbingannya. Hp 0813 50 910 711

  31. Setelah membaca postingan di blog ini skrang pengetahuan saya semakin terbuka bahwa “RIBA” emang banyak mudhorotnya ketimbang manfaatnya karena semua itu terbukti usaha saya yang semula baik2 saja setelah meminjam uang ke Bank ternyata justru malah merugi malahan gaji saya tiap bulanpun hbis buat setoran ke bank….sungguh menyakitkan!!!! ….mngkin ini adalah bentuk teguran dan kasih sayang Alloh sama saya, dan saya mencoba bertawakal dgn semua ini……

    Astagfirullohhal adzim…..
    Hasbunalloh Wa nimal wakiil……..

  32. duh sya jadi bingung,,, saya baru akan masuk tgl 1-des 2011, saya udah resign dari PT saya yang lama,, ,padahal niat sya masuk ke koperasi simpan pinjam supaya rezeki saya menjadi berkah, karena di Perusahaan yang lama, kebanyakan uang haram nya. Tolong pa ustad saya harus gmn?

  33. Ass.Wr.Wb buat rekan-rekan

    saya juga sama sperti temen2 yang lain saya bekerja dibank swasta terkemuka selama 16 tahun tapi hidup ga pernah tenang apalagi kalau tahu bahwa bunga bank adalah riba dan sy dibayar dari hasil bunga bank yang , dan akhirnya sy mengajukan pensiun dini dengan mendapatkan pesangon yang lumayan dan saya gunakan untuk usaha , tapi apa hasilnya ga ada yang jalan , dan pesangon udah ludes , sekarang saya menjalani bisnis kecil2an mencari yang halal , mohon doa nya

  34. Kerja sama bank dengan debt collector, bagaimana hukumnya ? Kalau Anda mau pinjem bank, anda akan dilayani dengan baik. Kelihatannya bunganya cuma 1%, tp menjerat sekali.Coba itung antara hutang pokok dan bungan nya busetttttttt beda jauh, BElum kalo telat bayar, debt col nya marah2in istri, anak, mertua, ibu dg semena2. warisan bank jamn belanda ya begini

  35. ane share pengalaman jg ah..
    ane baru fresh graduate desember 2011, lagi berpetualang dan ikut tes kesana kemari.ane pernah ikut tes dan interview untuk masuk bank.ane bersyukur sekali karena ane SELALU GAGAL dan tidak pernah diterima di bank manapun.Allah membimbing ane..
    ALLAHU AKBAR!

  36. Ass.. 3 minggu yang lalu, saya hampir saja masuk ke dalam perusahaan perbankan yang kerjanya menawarkan kredit,, pada saat besoknya saya dijadwalkan untuk tanda tangan kontrak dan penempatan kerja saya,, ga tw kenapa hati saya bener2 gelisah, dan akhirnya ternyata tanda tangan kontrak tersebut diundur, setelah pada besoknya lagi mw tanda tangan kontrak lagi, hati saya merasakan kegelisahan lagi.. dan akhirnya tanda-tangan kontrak yg ke-2 kali itu tdk jadi lagi, diundur lagi.. akan tetapi karena memang tdk ada kejelasan akhirnya saya melamar pekerjaan yang lain dan alhamdulillah diterima, saya bekerja di bidang pemberdayaan masyarakat.. setelah saya bertanya-tanya kepada ajengan atau ustad, trs saya cari-cari informasi termasuk di website ini, akhirnya saya tersadar,, mungkin kegelisahan hati saya itu merupakan suatu pertanda Allah SWT membimbing saya untuk tdk masuk kedalam pekerjaan yang memang diharamkan… tpi pertanyaannya masih saja ada perbedaan pendapat tentang hukum pegawai bank itu ada yang berpendapat haram dan ada juga yg berpendapat halal, baik itu dikalangan para ajengan-ajengan… binguuungggg saya.. tolong kepastiannya??? walaupun saya sudah yakin kalo memang pekerjaan di bank konvesional atau sejenisnya itu haram.

  37. bantu gue dong cari kerjaan yang halal, gue dah karyawan tetap nih di bank dengan fasilitas yang lumayan, gue mau tobat neh, gue takut orang tua gak setuju,pliz yakinkan hati ini.

  38. Assalamu’alaikum Wr Wb
    Saya bekerja di bank BUMN sudah 8 bulan dgn status masih capeg. oktober depan saya diangkat menjadi pegawai tetap. ikatan dinas saya 3 tahun jadi selama 3 tahun saya tidak boleh resign. kalaupun mau resign saya harus bayar denda sekitar 45juta an. orang tua tidak mendukung niat baik saya untuk resign. tolong beri masukan, apakah saya termasuk anak yang durhaka jika saya memutuskan untuk tetap resign? saya hanya ingin menyelamatkan diri saya dan keluarga. saya belum bersuami jadi masih menjadi tanggungan ayah ibu dan kakak saya. saya tidak ingin setiap bulan harus memakan gaji haram, bahkan memberi ibu dan ayah saya uang yang haram. orang tua saya keberatan dikarenakan harus membayar denda sekian juta. mohon masukannya, saya takut menunggu selesai ikatan dinas 2,5 tahun lagi. takut jika sebelum itu saya dipanggil Allah dan belum sempat bertaubat.

    • Wa’alaikum salam Wr Br
      Bertaubat tidak harus menunggu sampai keluar dari Bank BUMN itu mbak,tetapi mulai dari sekarang.
      Mbak tetap bekerja sampai masa akhir kontrak mbak,karena itu adalah perjanjian yang telah kita perbuat dengan pihak BUMN tersebut,karena allah melarang kita untuk melanggar perjanjian.
      Selama masa itu,kita tetap ikhtiar dan istiqomah memohon ampunan kepada Allah SWT. Insya allah jika niat kita tulus dan ikhlas karena Allah SWT, Kita akan diberi kemudahan untuk menebus biaya denda atas resign nya kita.
      maaf mbak hanya saran ini yang bisa saya bisa berikan.

  39. jazakallohu khairon katsiro…
    banyak yg share dr pengalaman pribadi,buat sy jd adem hatinya.tp disisi laen jd galau soalnya pny bnyak tanggungan dibank/penerima riba.sy jd tahu alasan kenapa usaha sy tdk bs pernah sukses.kalaupun lancar,itu hny brtahan sementara saja alias bnyak ga lancarnya.

    kl tmn2 yg laen bnyak tnya trus gimana solusi nya….?

    ni sy kasih sdikit jalan kluar dri lingkaran RIBA

    ,……..

    ……..

    ……..

    tinggalkan aja semua yg RIBA

    trus hidup pake apa?

    ALLAH lebih suka makhluknya hidup susah dan miskin tp didapat dr hrta yg halal daripada kaya dan senang dari harta RIBA.

  40. Allhamdulillah gw ngerasa Allah sayang sama gw, slama proses gw ngelamar kerja Allhamdulillah ga sampai masuk kerja di Bank kovensional & perusahaan sejenis’a yg mlakukan praktek riba, sekarang alhamdulillah kerja di perusahaan logistik, meskipun gaji’a kecil 2.8 tp alhamdulillah ini gaji yg lbh dr cukup menurut gw klo di lihat dr kemampuan gw yg ga punya keahlian apa apa, klo pun gw pengen uang lbh gede ya berarti gw hrs ada usaha lg, skarang coba coba jual baju berdua teman meski hasil’a ga besar tp alhamdulillah 800 rb perbulan bg hasil jd 400 lumayan buat tambah tambahan, mudah mudah bs ketemu jln usaha yg lain yg bs bertambah berkah rizki, gw yg penting terus ikhtiar & berdo.

  41. ,maaf sy mncoba mnjawab pertanyaan anta..apakah kita termasuk memakan uang riba dr hasil bumn, subsidi dr negara..sy mntpat ilmu ini dr dr. Asri Zainul Abidin (ahli hadist dr Malaysia)..jawab.a tidak..kita tidak memakan harta riba..krn yg dilihat disini transaksi.a, bkn nilai uang atau materi.a..misal suami pegawai bank, dia melakukan transaksi riba..mendapat penghasilan yg riba..lalu dia memberikan gaji.a itu kepada anak istri..si anak dan istri halal memakan gaji itu krn yg dilihat adalah transaksi.a..si suami ttp haram bila memakan gaji itu krn transaksi dia jelas dr hasil bunga..sdgkan istri halal krn disana bkb transaksi riba, melainkan transaksi nafkah sorg suami..istilah.a ga adil donk, suami yg berdosa anak istri ikut bersosa…moga manfaat & dpt dipahami..trmksh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s